Lauk Sambam: Cita Rasa Laut dari Pesisir Desa Guranjhil


 

Lauk sambam. Namanya terdengar asing bagi kebanyakan orang. Namun ketika tahu cara membuatnya, banyak yang langsung paham mengapa kuliner khas Desa Wisata Guranjhil ini begitu istimewa.

Apa Itu Lauk Sambam?

Lauk sambam bukan sekadar nama, melainkan sebuah teknik dan filosofi memasak. Kata "sambam" berasal dari kata kerja menyambam, yaitu proses memadukan ikan bakar segar dengan sambal lado hijau khas setempat. Bukan bumbu, bukan olesan, bukan marinasi. Yang membedakan lauk sambam dari ikan bakar biasa adalah justru ketiadaan bumbu-bumbu itu.

"Kalo ikan bakar pada umumnya pasti ikan sudah ada bumbu kuning segala macam," jelas salah satu pengurus Desa Wisata Guranjhil. "Itu bukan ikan sambam namanya, itu ikan bakar."

Kesederhanaan yang Menjadi Keunggulan

Prosesnya dimulai dari ikan segar yang baru ditangkap dari laut. Tanpa perendaman, tanpa bumbu tambahan, ikan langsung dibersihkan, lalu dibakar di tempat. Satu-satunya bahan tambahan yang diizinkan hanyalah garam, itupun sebatas untuk mempertahankan rasa asli ikan, bukan untuk menambahkan rasa baru.

Hasil akhirnya disajikan bersama sambal lado hijau dan nasi. Justru perpaduan inilah yang disebut menyambam, ketika keaslian ikan bertemu dengan pedasnya lado hijau tanpa ada rasa lain yang menghalangi. Kesegaran ikan menjadi satu-satunya bintang di atas piring.

Satu Hal yang Perlu Diketahui

Jenis ikan yang digunakan tidak ditentukan secara khusus. Apa pun ikan yang segar dari laut hari itu, itulah yang akan tersaji. Inilah salah satu daya tariknya, menu yang selalu berbeda tergantung hasil tangkapan.

Ketersediaan dan Cara Memesan

Desa Wisata Guranjhil menyajikan lauk sambam setiap hari, sehingga wisatawan yang datang langsung pun tetap bisa menikmatinya. Untuk kunjungan dalam jumlah kecil, tidak perlu reservasi terlebih dahulu. Namun bagi wisatawan yang datang dalam bentuk rombongan atau grup, disarankan untuk memesan minimal H-7 sebelum kedatangan agar persiapan bisa dilakukan dengan baik.

Pemesanan dapat dilakukan langsung melalui Desa Wisata Guranjhil.

Tradisi Pesisir, Kekhasan Guranjhil

Lauk sambam memang berakar dari tradisi kuliner pesisir Padang Pariaman yang sudah dikenal di berbagai penjuru daerah ini. Namun Desa Guranjhil menyajikannya dengan cara yang khas, langsung dari hasil tangkapan laut hari itu, dibakar di tempat, tanpa bumbu sama sekali. Peminatnya pun sangat banyak, baik dari kalangan warga lokal maupun wisatawan yang datang berkunjung.

Kesegaran dan kejujuran rasa inilah yang membuat versi Guranjhil punya daya tarik tersendiri. Bagi siapa pun yang ingin merasakan cita rasa laut yang murni, tanpa topeng bumbu, tanpa rekayasa rasa, lauk sambam di Desa Wisata Guranjhil adalah jawabannya.